Feb 23

Catatan Cinta

“seseorg yg memburu cinta,adalah laksana memburu kijang di rimba belantara.Bertambah diburu bertambah jauh dia lari.Akhirnya tersesat dalam rimba,tak bias pulang lagi.”

“Sembah Dia dengan khusyuk,ingat Dia di waktu kita senang,supaya Dia ingat pula kepada kita di waktu kita sengsara.

Dialah yang akan membimbing tanganmu.

Dialah yang akan menunjukkan haluan hidupmu kepadamu.

Dialah yg akan menerang jalan yg gelap.Jgn takut menghadapi cinta.

Ketahuilah bahwa Allah yg menjadikan matahari dan memberi cahaya.

Allah yg menjdkan bunga dan memberinya wangi.

Allah yg mjadikan tubuh dan memberikan nyawa.

Allah yg menjadikan mata dan memberinya penglihatan.

Maka Allah pulalah yg menjadikan hati dan memberinya cinta.

Jika hatiku diberiNya nikmat pula dengan cinta sebagaimana hatiku,marilah kita pelihara nikmat itu sebaik-baiknya,kita jaga dan kita pupuk,kita pelihara supaya jgn dicabut tuhan kembali.Cinta adalah iradat Tuhan,dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau dia diletakkan di atas tanah yg lekang dan tandus,tumbuhnya akan menyeksa org lain. Kalau dia dg kepada hati yg keruh dan kepada budi yg rendah,dia akan membawa kerosakan.Tetapi jika dia hinggap kepada hati yg suci, dia akan mewarisi kemuliaan, keikhlasan, dan taat kepada Ilahi…”

”cinta tak bergantung kepada uang.Kalau dua org yg bercinta dapat bertemu,kesenangan dan ketenteraman pikiran,itulah wang,itulah kekayaan,lebih dr gelang mas,dukuh-berlian,pakaian cukup.Itulah kesenangan yg tak lekang dipanas,tak lapuk oleh hujan.”

”Nikmat Ilahi adalah disekeliling tiap-tiap insan,ada di dusun,ada di kota, ada di gunung, dan ada dilurah, ada didataran dan ada di lautan.Tetapi nafsu tiada merasa puas, atau tidak ingat nikmat yg dikelilingnya itu;dia hanya melihat kekurangannya.Kurangannya.Yang senantiasa diperhatikan ialah nikmat yg ada ditempat lain, dan yg di tgn org lain.Kelak kalu dia ada kesempatan pindah ke tempat yg dilihatnya itu,dia menyesal dan dia teringat pulang,yaitu pada hari yg tiada berguna padanya penjelasan lagi…”

”Lihat anak-anak muda zaman sekarang,yg nangis tersedu-sedu meminta belas kasihan perempuan,mau dia berkorban,sengsara,hina,hanyalah mencari apa yg disebut cinta.Salah persangkaan yg demikian,hai Guru muda.Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkit kekuatan.Cinta bukan melemahkan semangat ,tetapi membangkit semangat…”

”Jika hatinya dikecewakan,dia akan tunjukkan dihadapannya dan dihadapan suaminya bahwa jika maksudnya terhalang di sini, pada pasal lain tidak terhalang. Lantaran kekalahan itu dia ambil jalan lain, dia maju dalam politik, mengarang syair,dalam mengarang buku,dalam perjuangan hidup, sehingga dia naik ke atas puncak yg tinggi, yg perempuan itu wajib melihatnya dgn menengada dari bawah.Dgn itu,biar hatinya sendiri hancur dalam kekecewaan yg pertama,maka org byklah yg mengambil hasilnya..”

”cinta yg suci adalah laksana setetes embun yg turun dr langit ke atas bumi Allah ini.Jika sekiranya bumi yg menerimanya itu subur.Maka tumbuh di atasnya beraneka warna bunga-bunga yg harum semerbak.Menanamkan damai, aman,sentosa,insaf,rasa percaya kepada diri sendiri.Dlm hal begini,embun ’cinta’ yg setetes itu membawa manusia yg dititknya ke maya pada yg mulia.Tetapi jika dia jatuh ke bumi yg tak subur,yg tandus dan penuh batu-batu,tidak ada yg akan tumbuh disana,lain dr sirih memanjat batu,kuning daunnya,lemah gagangnya.Org itu menjadi putus asa, pencemburu kpd sama manusia, hilang kepercayaan kpd nikmat yg tersimpan di dlm hidup.Atau menjadi seorg pembenci,kurang percaya,kadang-kadang pendendam dan sakit hati…”

Dari Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk

0
comments

Feb 14

Duhai Lelaki yang Memiliki Iman

Dadaku sesak
Setiap kali melihat ceceran darah itu
Tubuh yang terpisah dari kepalanya
Usus yang terburai
Kepala yang pecah
Tubuh yang hangus terbakar
Muslim-muslimah yang ditelanjangi.

Amarahku membara.
Setiap kali kumelihat seringai tawa itu
Sorot mata yang penuh nafsu
Mulut yang senantiasa berucap kehinaan
Tangan yang senantiasa menyiksa mencabik kehormatan
Kaki yang senantiasa menendang dan memburu
Bak singa yang kelaparan
Tingkah tak ubahnya binatang
Tak pantas disebut manusia.!

Fathimah, Nadia, Aisyah
Siapa lagi yang akan terenggut kehormatannya
dipenjara yang pengap itu?

Oh Rabbi,
Mereka memandangku
Matanya begitu sayu
Namun bibir itu bertasbih, bertahmid, bertakbir
Mereka meronta meminta belas kasih saudaranya.

Ya Rabbi,
Mereka berteriak
Innamal mu’minuuna ikhwah
Innamal mu’minuuna ikhwah
Mereka menagih kalam-Mu itu pada kami.

Ya Rabbi,
Hati ini bertanya
Apakah masih ada yang menyambut seruan itu?
Seruan meminta pertolongan
Selamatkan izzah kami, selamatkan agama yang ada dihati kami!!!

Ya Rabbi,
Bahkan mereka mengancam
Kan kuadukan kehormatanku pada Mu ya Allah,
Mereka saudara-saudaraku tak lagi peduli pada ayat-ayat-Mu,
”Barangsiapa meninggalkan saudaranya yang membutuhkan pertolongan
maka dia akan ditinggalkan oleh-Nya ketika terdesak dalam kesulitan.”

Ohhh…Rabbul Izzati,
Apa yang harus kulakukan ?
Hanya lisan yang menyeru saudara seakidah
untuk menyambut panggilan-Mu
Itulah yang kulakukan.

Wahai orang yang mempunyai iman
Apakah jiwamu terbakar ketika mendengar jerit mereka?
Apakah dirimu merasakan pula sakitnya siksaan yang mereka alami?

Duhai lelaki yang mengaku memiliki iman
yang menangis diwaktu manusia tertidur lelap
yang dilebihkan atasnya kekuatan
yang dikhususkan baginya syari’at berperang
yang lemah lembut terhadap kaum mukmin
dan yang keras terhadap kaum kafir
Duhai lelaki yang ketika mendengar seruan-Nya, hatinya gemetar.

Bersiaplah wahai diri yang dirindukan syurga
Istanamu telah menanti
Isteri akhiratmu telah menunggu

Sambutlah panggilan-Nya
Sambutlah panggilan saudaramu
di negeri-negeri yang terjajah.
Persiapkanlah diri kalian
untuk menghadapi kaum terlaknat itu
iman, ilmu, fisik dan materi
kami menunggu berita kemenangan atau syahid yang mulia.

Adakah yang terpanggil hatinya?
Lakukanlah tindakan nyata!
Apakah kesana ada yang mencari jalan ?
Tentu ada
Tapi hanya jiwa yang kokoh imannya dan terpilih jiwanya….

Saudarimu yang merindu
berjumpa Rabb-nya di medan Jihad

[Syauqiyyah Syahidah]

0
comments

Feb 08

“Please Don’t Leave Me”

The tears keep coming, I knew this would happen
Everything I do, it’s always been like this
I was too honest in saying ‘I love you’
I’m always a fool like this.
I didn’t take a shower when I got home
Afraid that your scent will go away
I hate being apart from you even like this
Are you really never going to see me again?
How well does that other person treat you
I’d rather admit to everything that’s happened
Please don’t leave me.What’s the problem?
Whatever it is, I can fix it (I can change)
If you’ll like me again like when we first met
The friends I had become of you, I no longer have
Are you really never going to see me again?
How well does that other person treat you
I’d rather admit to everything that’s happened
Please don’t leave me.
I don’t need anything
Your trust is the only thing I need
Pretending as if nothing ever happened
Let’s start over again from the beginning
Please don’t ever leave me.

Madiun, 8 Februari 2010
Fitriya

0
comments

Feb 07

Saat Rindu Datang

Saat matahari bersinar di laut,
Aku merindukan dia.
Bayangan bulan,
Aku merindukan dia.
Melihat dia dari jauh,
Di jalan yang sempit,
Bertemu dia,
Aku melihat bayangannya.
Saat air ombak pasang,
Aku mendengar suaranya.
Saat segalanya sedang tidur,
Di hutan yang sunyi,
Aku mendengar suaranya.
Meskipun ada jarak,
Tapi aku ada disisinya,
Dia ada disisiku.
Kini bintang sedang bersinar,
Aku sedang berada disisinya.”

Madiun, 7 Februari 2010
Fitriya

0
comments

Feb 06

Isi hatiku

Saat matahari bersinar,aku teringat wajahmu..
Saat bulan terbit perlahan-lahan,aku teringatmu…
Saat hari mulai gelap,aku bisa melihatmu…
Di malam hari,aku juga bisa mencari bayanganmu…
Terima kasih kau menikah denganku..
Hati terasa hangat,pertama kali aku merasakannya…
Aku merasa kau membawa kebahagiaan padaku…

Madiun, Saat Mentari cerah Bersinar

Yang tercinta
Fitriya

0
comments

Feb 06

Merindumu

Ketika sinar matahari menyentuh tanah, aku rindu padamu.
Ketika bayang-bayang cahaya bulan perlahan-lahan naik ke atas,
aku rindu padamu.
Ketika akhirnya debu mereda, aku melihat mu.
Pertemuan di dalam malam aku masih bisa melihat bayangan.
Ketika gelombang kecelakaan, aku mendengar suara mu.
Seperti semua orang jatuh tertidur di tengah-tengah hutan sunyi,
aku mendengar suara mu.
Tidak peduli seberapa jauh, aku akan di sampingmu.
kau akan di sisiku ketika matahari terbenam dan bintang-bintang bersinar.
Ah, kalau saja kau di sisiku.

Madiun, 6 Februari 2010

Dengan Cinta
Fitriya

0
comments

Feb 01

Hujan sepanjang hari

hari hari kulalui
bersama hujan yang mengguyur kota
sepanjang hari tak henti
sampai airnya menggenangi
jalanan di depan rumahku

0
comments

Nov 27

Selamat Hari Raya Idul Adha 1430H

Alunan takbir berkumandang di seluruh jagat raya, mengiringi jamaah haji di Mekkah menyempurnakan ibadahnya.

Berharap dan berdoa agar dapat panggilan-Nya, untuk mengunjungi rumah-Nya, amin

0
comments