Category: Puisi

Feb 14

Duhai Lelaki yang Memiliki Iman

Dadaku sesak
Setiap kali melihat ceceran darah itu
Tubuh yang terpisah dari kepalanya
Usus yang terburai
Kepala yang pecah
Tubuh yang hangus terbakar
Muslim-muslimah yang ditelanjangi.

Amarahku membara.
Setiap kali kumelihat seringai tawa itu
Sorot mata yang penuh nafsu
Mulut yang senantiasa berucap kehinaan
Tangan yang senantiasa menyiksa mencabik kehormatan
Kaki yang senantiasa menendang dan memburu
Bak singa yang kelaparan
Tingkah tak ubahnya binatang
Tak pantas disebut manusia.!

Fathimah, Nadia, Aisyah
Siapa lagi yang akan terenggut kehormatannya
dipenjara yang pengap itu?

Oh Rabbi,
Mereka memandangku
Matanya begitu sayu
Namun bibir itu bertasbih, bertahmid, bertakbir
Mereka meronta meminta belas kasih saudaranya.

Ya Rabbi,
Mereka berteriak
Innamal mu’minuuna ikhwah
Innamal mu’minuuna ikhwah
Mereka menagih kalam-Mu itu pada kami.

Ya Rabbi,
Hati ini bertanya
Apakah masih ada yang menyambut seruan itu?
Seruan meminta pertolongan
Selamatkan izzah kami, selamatkan agama yang ada dihati kami!!!

Ya Rabbi,
Bahkan mereka mengancam
Kan kuadukan kehormatanku pada Mu ya Allah,
Mereka saudara-saudaraku tak lagi peduli pada ayat-ayat-Mu,
”Barangsiapa meninggalkan saudaranya yang membutuhkan pertolongan
maka dia akan ditinggalkan oleh-Nya ketika terdesak dalam kesulitan.”

Ohhh…Rabbul Izzati,
Apa yang harus kulakukan ?
Hanya lisan yang menyeru saudara seakidah
untuk menyambut panggilan-Mu
Itulah yang kulakukan.

Wahai orang yang mempunyai iman
Apakah jiwamu terbakar ketika mendengar jerit mereka?
Apakah dirimu merasakan pula sakitnya siksaan yang mereka alami?

Duhai lelaki yang mengaku memiliki iman
yang menangis diwaktu manusia tertidur lelap
yang dilebihkan atasnya kekuatan
yang dikhususkan baginya syari’at berperang
yang lemah lembut terhadap kaum mukmin
dan yang keras terhadap kaum kafir
Duhai lelaki yang ketika mendengar seruan-Nya, hatinya gemetar.

Bersiaplah wahai diri yang dirindukan syurga
Istanamu telah menanti
Isteri akhiratmu telah menunggu

Sambutlah panggilan-Nya
Sambutlah panggilan saudaramu
di negeri-negeri yang terjajah.
Persiapkanlah diri kalian
untuk menghadapi kaum terlaknat itu
iman, ilmu, fisik dan materi
kami menunggu berita kemenangan atau syahid yang mulia.

Adakah yang terpanggil hatinya?
Lakukanlah tindakan nyata!
Apakah kesana ada yang mencari jalan ?
Tentu ada
Tapi hanya jiwa yang kokoh imannya dan terpilih jiwanya….

Saudarimu yang merindu
berjumpa Rabb-nya di medan Jihad

[Syauqiyyah Syahidah]

0
comments

Feb 08

“Please Don’t Leave Me”

The tears keep coming, I knew this would happen
Everything I do, it’s always been like this
I was too honest in saying ‘I love you’
I’m always a fool like this.
I didn’t take a shower when I got home
Afraid that your scent will go away
I hate being apart from you even like this
Are you really never going to see me again?
How well does that other person treat you
I’d rather admit to everything that’s happened
Please don’t leave me.What’s the problem?
Whatever it is, I can fix it (I can change)
If you’ll like me again like when we first met
The friends I had become of you, I no longer have
Are you really never going to see me again?
How well does that other person treat you
I’d rather admit to everything that’s happened
Please don’t leave me.
I don’t need anything
Your trust is the only thing I need
Pretending as if nothing ever happened
Let’s start over again from the beginning
Please don’t ever leave me.

Madiun, 8 Februari 2010
Fitriya

0
comments

Feb 07

Saat Rindu Datang

Saat matahari bersinar di laut,
Aku merindukan dia.
Bayangan bulan,
Aku merindukan dia.
Melihat dia dari jauh,
Di jalan yang sempit,
Bertemu dia,
Aku melihat bayangannya.
Saat air ombak pasang,
Aku mendengar suaranya.
Saat segalanya sedang tidur,
Di hutan yang sunyi,
Aku mendengar suaranya.
Meskipun ada jarak,
Tapi aku ada disisinya,
Dia ada disisiku.
Kini bintang sedang bersinar,
Aku sedang berada disisinya.”

Madiun, 7 Februari 2010
Fitriya

0
comments

Feb 06

Isi hatiku

Saat matahari bersinar,aku teringat wajahmu..
Saat bulan terbit perlahan-lahan,aku teringatmu…
Saat hari mulai gelap,aku bisa melihatmu…
Di malam hari,aku juga bisa mencari bayanganmu…
Terima kasih kau menikah denganku..
Hati terasa hangat,pertama kali aku merasakannya…
Aku merasa kau membawa kebahagiaan padaku…

Madiun, Saat Mentari cerah Bersinar

Yang tercinta
Fitriya

0
comments

Feb 06

Merindumu

Ketika sinar matahari menyentuh tanah, aku rindu padamu.
Ketika bayang-bayang cahaya bulan perlahan-lahan naik ke atas,
aku rindu padamu.
Ketika akhirnya debu mereda, aku melihat mu.
Pertemuan di dalam malam aku masih bisa melihat bayangan.
Ketika gelombang kecelakaan, aku mendengar suara mu.
Seperti semua orang jatuh tertidur di tengah-tengah hutan sunyi,
aku mendengar suara mu.
Tidak peduli seberapa jauh, aku akan di sampingmu.
kau akan di sisiku ketika matahari terbenam dan bintang-bintang bersinar.
Ah, kalau saja kau di sisiku.

Madiun, 6 Februari 2010

Dengan Cinta
Fitriya

0
comments