<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Harian Hadisaputra</title>
	<atom:link href="http://hadisaputra.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hadisaputra.net</link>
	<description>Catatan harian Hadi Saputra</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Feb 2010 12:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Catatan Cinta</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=29</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=29#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 12:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[“seseorg yg memburu cinta,adalah laksana memburu kijang di rimba belantara.Bertambah diburu bertambah jauh dia  lari.Akhirnya tersesat dalam rimba,tak bias pulang lagi.”
“Sembah Dia dengan khusyuk,ingat Dia di waktu kita senang,supaya Dia  ingat pula kepada kita di waktu kita sengsara.
Dialah yang akan membimbing tanganmu.
Dialah yang akan menunjukkan haluan hidupmu kepadamu.
Dialah yg akan menerang jalan yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">“seseorg yg memburu cinta,adalah laksana memburu kijang di rimba belantara.Bertambah diburu bertambah jauh dia  lari.Akhirnya tersesat dalam rimba,tak bias pulang lagi.”</p>
<p>“Sembah Dia dengan khusyuk,ingat Dia di waktu kita senang,supaya Dia  ingat pula kepada kita di waktu kita sengsara.</p>
<p>Dialah yang akan membimbing tanganmu.</p>
<p>Dialah yang akan menunjukkan haluan hidupmu kepadamu.</p>
<p>Dialah yg akan menerang jalan yg gelap.Jgn takut menghadapi cinta.</p>
<p>Ketahuilah bahwa Allah yg menjadikan matahari dan memberi cahaya.</p>
<p>Allah yg menjdkan bunga dan memberinya wangi.</p>
<p>Allah yg mjadikan tubuh dan memberikan nyawa.</p>
<p>Allah yg menjadikan mata dan memberinya penglihatan.</p>
<p>Maka Allah pulalah yg menjadikan hati dan memberinya cinta.</p>
<p>Jika hatiku diberiNya nikmat pula dengan cinta sebagaimana hatiku,marilah kita pelihara nikmat itu  sebaik-baiknya,kita jaga dan kita pupuk,kita pelihara supaya jgn dicabut tuhan kembali.Cinta adalah iradat Tuhan,dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau dia diletakkan di atas tanah yg lekang dan tandus,tumbuhnya akan menyeksa org lain. Kalau dia dg kepada hati yg keruh dan kepada budi yg rendah,dia akan membawa kerosakan.Tetapi jika dia hinggap kepada hati yg suci, dia akan mewarisi kemuliaan, keikhlasan, dan taat kepada Ilahi…”</p>
<p>”cinta tak bergantung kepada uang.Kalau dua org yg bercinta dapat bertemu,kesenangan dan ketenteraman pikiran,itulah wang,itulah kekayaan,lebih dr gelang mas,dukuh-berlian,pakaian cukup.Itulah kesenangan yg  tak lekang dipanas,tak lapuk oleh hujan.”</p>
<p>”Nikmat Ilahi adalah disekeliling tiap-tiap insan,ada di dusun,ada di kota, ada di gunung, dan ada dilurah, ada didataran dan ada di lautan.Tetapi nafsu tiada merasa puas, atau tidak ingat nikmat yg dikelilingnya itu;dia hanya melihat kekurangannya.Kurangannya.Yang senantiasa diperhatikan ialah nikmat yg ada ditempat lain, dan yg di tgn org lain.Kelak kalu dia ada kesempatan pindah ke tempat yg dilihatnya itu,dia menyesal dan dia teringat pulang,yaitu pada hari yg tiada berguna padanya penjelasan lagi…”</p>
<p>”Lihat anak-anak  muda zaman sekarang,yg nangis tersedu-sedu meminta belas kasihan perempuan,mau dia berkorban,sengsara,hina,hanyalah mencari apa yg disebut cinta.Salah persangkaan yg  demikian,hai Guru muda.Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkit kekuatan.Cinta bukan melemahkan semangat ,tetapi membangkit semangat…”</p>
<p>”Jika hatinya dikecewakan,dia akan tunjukkan dihadapannya dan dihadapan suaminya bahwa jika maksudnya terhalang di sini, pada pasal lain tidak terhalang. Lantaran kekalahan itu dia ambil jalan lain, dia maju dalam politik, mengarang syair,dalam mengarang buku,dalam perjuangan hidup, sehingga dia naik ke atas puncak yg tinggi, yg perempuan itu wajib melihatnya dgn menengada dari bawah.Dgn itu,biar hatinya sendiri hancur dalam kekecewaan yg pertama,maka org byklah yg mengambil hasilnya..”</p>
<p>”cinta yg suci adalah laksana setetes embun yg turun dr langit ke atas bumi Allah ini.Jika sekiranya bumi yg menerimanya itu subur.Maka tumbuh di atasnya beraneka warna bunga-bunga yg harum semerbak.Menanamkan damai, aman,sentosa,insaf,rasa percaya kepada diri sendiri.Dlm hal begini,embun ’cinta’ yg setetes itu membawa manusia yg dititknya ke maya pada yg mulia.Tetapi jika dia jatuh ke bumi yg tak subur,yg tandus dan penuh batu-batu,tidak ada yg akan tumbuh disana,lain dr sirih memanjat batu,kuning daunnya,lemah gagangnya.Org itu menjadi putus asa, pencemburu kpd sama manusia, hilang kepercayaan kpd nikmat yg tersimpan di dlm hidup.Atau menjadi seorg pembenci,kurang percaya,kadang-kadang pendendam dan sakit hati…”</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=29</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duhai Lelaki yang Memiliki Iman</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=25</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=25#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dadaku sesak
Setiap kali melihat ceceran darah itu
Tubuh yang terpisah dari kepalanya
Usus yang terburai
Kepala yang pecah
Tubuh yang hangus terbakar
Muslim-muslimah yang ditelanjangi.
Amarahku membara.
Setiap kali kumelihat seringai tawa itu
Sorot mata yang penuh nafsu
Mulut yang senantiasa berucap kehinaan
Tangan yang senantiasa menyiksa mencabik kehormatan
Kaki yang senantiasa menendang dan memburu
Bak singa yang kelaparan
Tingkah tak ubahnya binatang
Tak pantas disebut manusia.!
Fathimah, Nadia, Aisyah
Siapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: blue;"><span style="font-size: medium;">Dadaku sesak<br />
Setiap kali melihat ceceran darah itu<br />
Tubuh yang terpisah dari kepalanya<br />
Usus yang terburai<br />
Kepala yang pecah<br />
Tubuh yang hangus terbakar<br />
Muslim-muslimah yang ditelanjangi.</p>
<p>Amarahku membara.<br />
Setiap kali kumelihat seringai tawa itu<br />
Sorot mata yang penuh nafsu<br />
Mulut yang senantiasa berucap kehinaan<br />
Tangan yang senantiasa menyiksa mencabik kehormatan<br />
Kaki yang senantiasa menendang dan memburu<br />
Bak singa yang kelaparan<br />
Tingkah tak ubahnya binatang<br />
Tak pantas disebut manusia.!</p>
<p>Fathimah, Nadia, Aisyah<br />
Siapa lagi yang akan terenggut kehormatannya<br />
dipenjara yang pengap itu?</p>
<p>Oh Rabbi,<br />
Mereka memandangku<br />
Matanya begitu sayu<br />
Namun bibir itu bertasbih, bertahmid, bertakbir<br />
Mereka meronta meminta belas kasih saudaranya.</p>
<p>Ya Rabbi,<br />
Mereka berteriak<br />
Innamal mu’minuuna ikhwah<br />
Innamal mu’minuuna ikhwah<br />
Mereka menagih kalam-Mu itu pada kami.</p>
<p>Ya Rabbi,<br />
Hati ini bertanya<br />
Apakah masih ada yang menyambut seruan itu?<br />
Seruan meminta pertolongan<br />
Selamatkan izzah kami, selamatkan agama yang ada dihati kami!!!</p>
<p>Ya Rabbi,<br />
Bahkan mereka mengancam<br />
Kan kuadukan kehormatanku pada Mu ya Allah,<br />
Mereka saudara-saudaraku tak lagi peduli pada ayat-ayat-Mu,<br />
”Barangsiapa meninggalkan saudaranya yang membutuhkan pertolongan<br />
maka dia akan ditinggalkan oleh-Nya ketika terdesak dalam kesulitan.”</p>
<p>Ohhh&#8230;Rabbul Izzati,<br />
Apa yang harus kulakukan ?<br />
Hanya lisan yang menyeru saudara seakidah<br />
untuk menyambut panggilan-Mu<br />
Itulah yang kulakukan.</p>
<p>Wahai orang yang mempunyai iman<br />
Apakah jiwamu terbakar ketika mendengar jerit mereka?<br />
Apakah dirimu merasakan pula sakitnya siksaan yang mereka alami?</p>
<p>Duhai lelaki yang mengaku memiliki iman<br />
yang menangis diwaktu manusia tertidur lelap<br />
yang dilebihkan atasnya kekuatan<br />
yang dikhususkan baginya syari’at berperang<br />
yang lemah lembut terhadap kaum mukmin<br />
dan yang keras terhadap kaum kafir<br />
Duhai lelaki yang ketika mendengar seruan-Nya, hatinya gemetar.</p>
<p>Bersiaplah wahai diri yang dirindukan syurga<br />
Istanamu telah menanti<br />
Isteri akhiratmu telah menunggu</p>
<p>Sambutlah panggilan-Nya<br />
Sambutlah panggilan saudaramu<br />
di negeri-negeri yang terjajah.<br />
Persiapkanlah diri kalian<br />
untuk menghadapi kaum terlaknat itu<br />
iman, ilmu, fisik dan materi<br />
kami menunggu berita kemenangan atau syahid yang mulia.</p>
<p>Adakah yang terpanggil hatinya?<br />
Lakukanlah tindakan nyata!<br />
Apakah kesana ada yang mencari jalan ?<br />
Tentu ada<br />
Tapi hanya jiwa yang kokoh imannya dan terpilih jiwanya&#8230;.</p>
<p>Saudarimu yang merindu<br />
berjumpa Rabb-nya di medan Jihad</p>
<p>[Syauqiyyah Syahidah]</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=25</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Please Don’t Leave Me”</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=18</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=18#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 13:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[The tears keep coming, I knew this would happen
Everything I do, it’s always been like this
I was too honest in saying ‘I love you’
I’m always a fool like this.
I didn’t take a shower when I got home
Afraid that your scent will go away
I hate being apart from you even like this
Are you really never going [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The tears keep coming, I knew this would happen<br />
Everything I do, it’s always been like this<br />
I was too honest in saying ‘I love you’<br />
I’m always a fool like this.<br />
I didn’t take a shower when I got home<br />
Afraid that your scent will go away<br />
I hate being apart from you even like this<br />
Are you really never going to see me again?<br />
How well does that other person treat you<br />
I’d rather admit to everything that’s happened<br />
Please don’t leave me.What’s the problem?<br />
Whatever it is, I can fix it (I can change)<br />
If you’ll like me again like when we first met<br />
The friends I had become of you, I no longer have<br />
Are you really never going to see me again?<br />
How well does that other person treat you<br />
I’d rather admit to everything that’s happened<br />
Please don’t leave me.<br />
I don’t need anything<br />
Your trust is the only thing I need<br />
Pretending as if nothing ever happened<br />
Let’s start over again from the beginning<br />
Please don’t ever leave me.</p>
<p>Madiun, 8 Februari 2010<br />
Fitriya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=18</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Rindu Datang</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=15</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=15#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 11:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Saat matahari bersinar di laut,
Aku merindukan dia.
Bayangan bulan,
Aku merindukan dia.
Melihat dia dari jauh,
Di jalan yang sempit,
Bertemu dia,
Aku melihat bayangannya.
Saat air ombak pasang,
Aku mendengar suaranya.
Saat segalanya sedang tidur,
Di hutan yang sunyi,
Aku mendengar suaranya.
Meskipun ada jarak,
Tapi aku ada disisinya,
Dia ada disisiku.
Kini bintang sedang bersinar,
Aku sedang berada disisinya.”
Madiun, 7 Februari 2010
Fitriya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat matahari bersinar di laut,<br />
Aku merindukan dia.<br />
Bayangan bulan,<br />
Aku merindukan dia.<br />
Melihat dia dari jauh,<br />
Di jalan yang sempit,<br />
Bertemu dia,<br />
Aku melihat bayangannya.<br />
Saat air ombak pasang,<br />
Aku mendengar suaranya.<br />
Saat segalanya sedang tidur,<br />
Di hutan yang sunyi,<br />
Aku mendengar suaranya.<br />
Meskipun ada jarak,<br />
Tapi aku ada disisinya,<br />
Dia ada disisiku.<br />
Kini bintang sedang bersinar,<br />
Aku sedang berada disisinya.”</p>
<p>Madiun, 7 Februari 2010<br />
Fitriya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=15</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isi hatiku</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=13</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=13#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Saat matahari bersinar,aku teringat wajahmu..
Saat bulan terbit perlahan-lahan,aku teringatmu&#8230;
Saat hari mulai gelap,aku bisa melihatmu&#8230;
Di malam hari,aku juga bisa mencari bayanganmu&#8230;
Terima kasih kau menikah denganku..
Hati terasa hangat,pertama kali aku merasakannya&#8230;
Aku merasa kau membawa kebahagiaan padaku&#8230;
Madiun, Saat Mentari cerah Bersinar
Yang tercinta
Fitriya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat matahari bersinar,aku teringat wajahmu..<br />
Saat bulan terbit perlahan-lahan,aku teringatmu&#8230;<br />
Saat hari mulai gelap,aku bisa melihatmu&#8230;<br />
Di malam hari,aku juga bisa mencari bayanganmu&#8230;<br />
Terima kasih kau menikah denganku..<br />
Hati terasa hangat,pertama kali aku merasakannya&#8230;<br />
Aku merasa kau membawa kebahagiaan padaku&#8230;</p>
<p>Madiun, Saat Mentari cerah Bersinar</p>
<p>Yang tercinta<br />
Fitriya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=13</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merindumu</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=7</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sinar matahari menyentuh tanah, aku rindu padamu.
Ketika bayang-bayang cahaya bulan perlahan-lahan naik ke atas,
aku rindu padamu.
Ketika akhirnya debu mereda, aku melihat mu.
Pertemuan di dalam malam aku masih bisa melihat bayangan.
Ketika gelombang kecelakaan, aku mendengar suara mu.
Seperti semua orang jatuh tertidur di tengah-tengah hutan sunyi,
aku mendengar suara mu.
Tidak peduli seberapa jauh, aku akan di sampingmu.
kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sinar matahari menyentuh tanah, aku rindu padamu.<br />
Ketika bayang-bayang cahaya bulan perlahan-lahan naik ke atas,<br />
aku rindu padamu.<br />
Ketika akhirnya debu mereda, aku melihat mu.<br />
Pertemuan di dalam malam aku masih bisa melihat bayangan.<br />
Ketika gelombang kecelakaan, aku mendengar suara mu.<br />
Seperti semua orang jatuh tertidur di tengah-tengah hutan sunyi,<br />
aku mendengar suara mu.<br />
Tidak peduli seberapa jauh, aku akan di sampingmu.<br />
kau akan di sisiku ketika matahari terbenam dan bintang-bintang bersinar.<br />
Ah, kalau saja kau di sisiku.</p>
<p>Madiun, 6 Februari 2010</p>
<p>Dengan Cinta<br />
Fitriya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan sepanjang hari</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=5</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=5#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 15:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[hari hari kulalui
bersama hujan yang mengguyur kota
sepanjang hari tak henti
sampai airnya menggenangi
jalanan di depan rumahku
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hari hari kulalui<br />
bersama hujan yang mengguyur kota<br />
sepanjang hari tak henti<br />
sampai airnya menggenangi<br />
jalanan di depan rumahku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=5</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Adha 1430H</title>
		<link>http://hadisaputra.net/?p=3</link>
		<comments>http://hadisaputra.net/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hadisaputra.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Alunan takbir berkumandang di seluruh jagat raya, mengiringi jamaah haji di Mekkah menyempurnakan ibadahnya.
Berharap dan berdoa agar dapat panggilan-Nya, untuk mengunjungi rumah-Nya, amin
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alunan takbir berkumandang di seluruh jagat raya, mengiringi jamaah haji di Mekkah menyempurnakan ibadahnya.</p>
<p>Berharap dan berdoa agar dapat panggilan-Nya, untuk mengunjungi rumah-Nya, amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hadisaputra.net/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
